SPPG Kademangan 2 Perkuat Manajemen Keamanan Pangan melalui Audit HACCP
Mumbai
Ahmedabad
Foto: Tim audit saat melakukan pemeriksaan penerapan manajemen keamanan pangan dan K3 di SPPG Kademangan 2, Bondowoso.
Bondowoso/Arussatu.id. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Kademangan 2 menjalani pelatihan sekaligus pemenuhan audit Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan ISO 22000. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan sistem manajemen keamanan pangan di lingkungan dapur SPPG.
Kepala SPPG Kademangan 2, Nur Anfi Hidayat mengatakan, HACCP tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan produk makanan, tetapi mencakup sistem manajemen pengawasan dan pengendalian keamanan pangan.
" HACCP itu tentang sistem manajemen pengawasan dan pengendalian keamanan pangan. Ini tentang manajemen keamanan pangan dan K3," katanya, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, proses audit juga membahas aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang diterapkan di lingkungan dapur. Hal ini menjadi bagian penting karena aktivitas pengolahan makanan melibatkan berbagai peralatan, bahan pangan, hingga proses distribusi.
" Yang dibahas tadi K3 di dapur dan manajemen keamanan di dapur," ujarnya.
Audit tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya SPPG Kademangan 2 memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai dengan prinsip keamanan pangan dan standar pengelolaan dapur.
Ia menjelaskan, tim audit turut melihat bagaimana sistem manajemen dijalankan oleh masing-masing bagian yang memiliki tanggung jawab berbeda. Pemeriksaan tidak hanya terfokus pada proses memasak, tetapi juga menyentuh aspek pengelolaan dan perencanaan.
" Yang diaudit termasuk manajemen kepala, akuntan dan ahli gizi," katanya.
Pada bagian akuntansi, pemeriksaan berkaitan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Aspek tersebut menjadi bagian dari manajemen pengelolaan SPPG agar penggunaan anggaran memiliki perencanaan dan pertanggungjawaban yang jelas.
Sementara itu, ahli gizi menjadi bagian yang diperiksa dalam aspek penyusunan dan pengelolaan menu makanan. Evaluasi tersebut berkaitan dengan bagaimana menu yang disiapkan tetap memenuhi ketentuan gizi bagi penerima manfaat.
" Akuntan tentang RAB, sedangkan ahli gizi tentang menunya,"ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, secara umum tim audit menilai manajemen dapur SPPG Kademangan 2 sudah berjalan cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan pengendalian lingkungan dapur.
" Sudah cukup baik, hanya saja butuh penambahan tirai PVC untuk di tiap ruangan," Ungkapnya.
Menurut dia, penambahan tirai PVC menjadi salah satu pembenahan yang perlu dilakukan. Tirai tersebut diharapkan dapat membantu membatasi antararea di dalam dapur sekaligus mendukung pengendalian kebersihan dan keamanan lingkungan pengolahan makanan.
Dengan adanya audit HACCP dan ISO 22000:2018 tersebut, SPPG Kademangan 2 tidak hanya mengejar pemenuhan standar administrasi, tetapi juga memastikan sistem keamanan pangan diterapkan dalam aktivitas dapur sehari-hari. Catatan dari tim audit selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengelolaan SPPG.(Eko)
Tags:
Aidit HACCP