Bukan Sekadar Modal, 31.246 Perempuan Bondowoso Didorong Naik Kelas Bersama BTPN Syariah
Mumbai
Ahmedabad
Foto: BTPN Syariah saat memberikan hadiah umroh kepada nasabah di Pendopo Bupati Bondowoso
Bondowoso/Arussatu. Akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil tidak selalu berhenti pada pemberian modal. Di Kabupaten Bondowoso, pendampingan kepada perempuan pelaku usaha menjadi bagian penting untuk mendorong mereka mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Hal itu terlihat dari kiprah PT Bank BTPN Syariah Tbk yang selama 12 tahun mendampingi masyarakat Bondowoso, khususnya perempuan prasejahtera produktif. Selain pembiayaan, nasabah mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas agar mampu mengelola usaha secara lebih berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan peran tersebut tercermin dari jumlah masyarakat yang telah memperoleh akses pembiayaan BTPN Syariah.
Hingga akhir Juli 2026, tercatat sebanyak 31.246 nasabah BTPN Syariah di Bondowoso dengan total pembiayaan mencapai Rp134,4 miliar. Dari jumlah tersebut, telah terbentuk 3.341 sentra atau kelompok yang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
" Angka tersebut bukan sekadar capaian pembiayaan. Di baliknya terdapat ikhtiar masyarakat untuk membangun usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menciptakan kemandirian ekonomi," ujar Fathur Rozi,. Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, pendekatan pemberdayaan menjadi salah satu hal penting dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha. Nasabah tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mendapatkan pelatihan, peningkatan kapasitas, serta literasi keuangan.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal. Kemampuan mengelola keuangan, menjaga kedisiplinan, serta mengembangkan usaha menjadi faktor yang turut menentukan keberhasilan pelaku usaha kecil.
Direktur Bisnis BTPN Syariah, Dwi Yono Bayu Winantyo, mengatakan sejak hadir di Bondowoso pada 2014, pihaknya telah mendampingi hampir 3.500 kelompok usaha dengan sekitar 32.000 nasabah aktif.
Secara keseluruhan, sekitar 42.000 warga Bondowoso disebut pernah menjadi nasabah BTPN Syariah. Hampir seluruh nasabah tersebut merupakan perempuan yang menjalankan berbagai aktivitas usaha untuk menopang perekonomian keluarga.
" Kami percaya ketika seorang ibu berdaya, maka seluruh keluarga akan ikut berdaya. Pada akhirnya ekonomi keluarga menjadi lebih kuat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah," kata Dwi Yono.
Pendampingan dilakukan antara lain melalui pertemuan kelompok yang menjadi ruang bagi nasabah untuk mendapatkan penguatan mengenai pengelolaan usaha dan keuangan keluarga.
Dalam pertemuan tersebut, BTPN Syariah juga menanamkan nilai BDKS, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu. Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi nasabah dalam menjalankan usaha dan mencapai kemandirian ekonomi.
Upaya pemberdayaan itu kemudian mendapat apresiasi melalui penghargaan kepada sejumlah nasabah inspiratif dalam rangka HUT ke-12 BTPN Syariah. Para penerima penghargaan dinilai mampu menunjukkan konsistensi dalam berusaha dan memberikan inspirasi kepada nasabah lainnya.
Dwi Yono mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong nasabah lain agar berani mengembangkan usaha dan mewujudkan impian mereka.
" Hari ini kami mengundang nasabah yang spesial bagi BTPN Syariah. Mereka adalah nasabah yang mampu memberikan inspirasi bagi nasabah lainnya untuk terus berusaha, berkembang, dan mewujudkan impiannya," ujarnya.
Salah satu nasabah inspiratif berasal dari Desa Solor, Kecamatan Cermee. Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa usaha yang dimulai dari skala kecil dapat berkembang ketika dijalankan secara tekun dan mendapatkan pendampingan yang tepat.
Fathur Rozi berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan BTPN Syariah terus diperkuat. Menurutnya, semakin luas akses pembiayaan dan pendampingan, semakin besar pula peluang masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
" Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong tumbuhnya UMKM yang produktif, mandiri, dan berdaya saing melalui penguatan akses pembiayaan, peningkatan keterampilan, perluasan pemasaran, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga keuangan," katanya.
Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya dipandang sebagai akses mendapatkan modal, tetapi menjadi pintu masuk bagi perempuan untuk membangun usaha, memperkuat pendapatan keluarga, dan secara bertahap naik kelas dalam perekonomian daerah.(Eko)
Tags:
Bank PTPN